Lewati navigasi

Lagi-lagi soal kata ”benar”. Tapi kali ini punya dua kata yang berbeda dari asal kata yang sama. Yang pertama ”kebenaran”. Yang kedua ”pembenaran”.

Ini bukan soal mana yang lebih kita suka,karna jawabannya mesti sama. Ini soal mana yang lebih sering kita cari. Kebenaran? Atau pembenaran?

Apa yang anda cari?
Cincin saya yang terjatuh?
Dimana anda menjatuhkannya?
Di dalam gua?
Lantas, kenapa anda mencarinya di luar sini?
Di dalam gelap, bagaimana saya bisa menemukannya?

Orang yang bodoh, mungkin begitu menurut anda. Tapi sadarkah anda, tanpa disadari kita semua pernah (atau sering?) melakukannya.

Atasan menegur kita, kita bilang beliau bersikap subjektif. Istri atau suami mengeluh atas perilaku kita, kita bilang dia terlalu posesif. Kawan mengkritik kita, kita bilang dia kelewat reaktif. Orang tua mengingatkan kita, kita katakan mereka kelewat sensitif.

Ada yang bilang satu-satunya hal paling absolut di dunia ini adalah ketidakabsolutan. Pun satu-satunya yang universal di jagad ini adalah ketidakuniversalan. Namun, kebiasaan mencari pembenaran sejatinya adalah sebuah kesalahan.

Mudah-mudahan kita menemukan jalan kita masing-masing dalam mencari kebenaran. Amin.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.